Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Februari 2011

PKB Gus Dur Hadiri ultah kemerdekaan Kuwait



Pasca Muktamar III PKB Gus Dur di Surabaya pada akhir Desember 2010 lalu, Yenny Wahid dan KH Ahmad Syahid yang terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Tanfidz dan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB Gus Dur ternyata mendapat perhatian dari luar negeri. Selain senat Amerika Serikat, juga Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Nasser Bareh al-Enezi yang mengundang PKB Gus Dur untuk menghadiri resepsi kenegaraan ulang tahun kemerdekaan Kuwait ke-50 dan peringatan pembebasan Kuwait yang ke 20 di Jakarta, semalam (23/2).


Menurut KH Ahmad Syahid, Nasser menceritakan persahabatnnya dengan mantan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dianggapnya seperti saudara sendiri. Menurutnya, Gus Dur memiliki wawasan dan perilaku keislaman yang luar biasa menyejukkan bagi Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia.

“Dalam mengingat Indonesia, salah satu tokoh muslim terpenting adalah Gus Dur. Beliau memiliki komitmen besar untuk kemajuan Islam dan Indonesia. Gus Dur juga memiliki wawasan keislaman dan kebangsaan yang baik yang pernah saya temui. Apalagi Gus Dur juga fasih berbahasa Arab dan Inggris,” ujar KH Ahmad Syahid menirukan Nasser.

Yang pasti sambung Yenny Wahid, undangan Kedubes Kuwait ini merupakan kehormatan tersendiri bagi PKB Gus Dur, yang ternyata diakui oleh dunia termasuk Negara-negara Islam seperti Kuwait. Oleh sebab itu perjuangan PKB Gus Dur ke depan sangat berat, karena harus melaksanakan komitmen Gus Dur sebagaimana dilihat dan dirasakan oleh bangsa-bangsa di dunia selama ini.

Sementara itu Nasser mengatakan bahwa ketenteraman dan kestabilan demokrasi di Kuwait tidak terlepas dari pemerintahnya yang memberikan kebebasan kepada rakyat dalam berpendapat. "Pemerintah tidak pernah menutup pintu bagi warganya untuk dapat berbicara,” ujarnya.

Karena itu lanjut Nasser. jika semua tuntutan rakyat terlaksana, untuk apa mereka menuntut hal-hal yang tidak perlu dituntut," kata Nasser.

Sebagai warga negara Arab serta anggota masyarakat dunia, Nasser menilai jika demokrasi dan tuntutan rakyat di Timur Tengah perlu didukung karena sesuai dengan keinginan manusia yang selalu ingin melakukan segala hal dengan damai.

"Harapan kita yaitu agar kestabilan dapat berlaku di mana saja. Sedangkan di Kuwait terdapat kesepakatan antara penguasa (pemerintah) dan rakyat dan ada hal-hal yang perlu dibicarakan di parlemen Kuwait, yang kesemuanya berjalan dengan baik,” ungkap Nasser.

Menanggapi terjadinya berbagai demonstrasi di Timur Tengah, Nasser menggarisbawahi bahwa simbol dasar dari ketenteraman dan stabilitas di Kuwait adalah karena adanya kebebasan berpendapat dan berekspresi bagi rakyatnya.

“Jadi, pemerintah harus mendengar dan berdialog dengan rakyat dalam menyelesaikan berbagai masalah,” tambah Nasser. (amf)

sakteruse...



sholat tahajjud



Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah SWT (Qs Al-Isra: 79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.


Selama ini, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah sholat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinyu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).

Sholat tahajjud yang dimaksudkan bukan sekedar menggugurkan status sholat yang mu’akkadah (sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan. Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan teknologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.

Parameternya, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11 rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (Paramita, Prodia dan Klinika). Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. Jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi. Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress.

Nah, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan teknik medis menunjukkan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.

Sebuah bukti bahwa, keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya.

Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk di akal kita? Seorang doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang ditemuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat di dalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya.

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam, maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah.

Padahal setiap inchi otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang diwajibkan oleh Islam.

Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu, kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.


sakteruse...